| Pengangguran Terbuka Sumut 2007 Menurun 0,88 Persen |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Friday, 18 May 2007 | |
|
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HM Nasir Syarbaini mengungkapkan, situasi ketenaga kerjaan di Sumut Februari 2007 menunjukan perbaikan, yaitu dengan terjadinya penurunan angka pengangguran terbuka sebanyak 0,88 persen. Sedangkan jumlah pencari kerja pada Februari 2007 sebanyak 600 ribu orang yang mengalami penurunan sebanyak 32 ribu orang pada bulan Agustus 2006 sebanyak 632 ribu orang. “Walaupun angka tersebut masih cukup tinggi yaitu 10,63 persen, tapi lebih rendah dibandingkan angka bulan Agustus 2006 yang mencapai angka 11,51 persen,” kata Nasir Syarbaini dalam keterangan persnya kepada wartawan di kantornya Jalan Asrama Nomor 29 Medan, Rabu (16/5). Di sisi lain, katanya, jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan 188 ribu orang menjadi 5,048 Juta orang dibandingkan angka sebelumnya di bulan Agustus 2006 sebesar 4,860 Juta orang. Penurunan jumlah pengangguran tersebut seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang diukur dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). “Bulan Februari 2007 meningkat 68,15 persen dibandingkan Agustus 2006 yang berada di angka 66,90 persen,” terang Kepala BPS. Dengan demikian, terciptanya lapangan kerja baru ditambah terjadinya penurunan pencari kerja yang diiringi dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, merupakan indikasi bahwa situasi prekonomian Sumut mulai membaik. MAKRO EKONOMI Juga lanjut Nasir, jika dilihat dari sisi makro ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi Sumut diukur dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan I tahun 2007 mengalami peningkatan 2,97 persen dibanding triwulan IV 2006 (quartal to quartal). Untuk PDRB triwulan pertama 2007 dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,44 persen, jelasnya. Menurut Nasir Syarbaini, untuk menekan angka pengangguran sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2007 sebesar 10 persen, maka sangat dibutuhkan kerja keras dari berbagai pihak. “Ini sangat diperlukan sehingga target dimaksud sebagaimana yang telah dicanangkan Presiden RI SBY dapat terealisasi,” katanya. (rmd) sumber:www.analisadaily.com/18 Mei 2007 |
| < Prev | Next > |
|---|




