| Pengangguran di Indonesia 10,9 juta Orang |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Wednesday, 24 January 2007 | |
|
Pengangguran terbuka di Indonesia terus bertambah dan ini telah mencapai 10,9 juta orang. Pengangguran ini terus bertambah karena kondisi dunia usaha di Indonesia kurang baik. Demikian Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan Dauta Sinurat ketika memberi sambutan pada acara Musyawarah Cabang I Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kota Medan di Diklat SDM Virgo Jalan Pesantren Medan, Sabtu (20/1). Menurutnya, banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena terpaksa dan melakukan efisiensi agar perusahaan dapat terus beroperasi. Dalam hal ini, peran serikat pekerja sangat diperlukan untuk menciptakan suasana kondusif agar dunia usaha di tanah air dapat berkembang dengan baik. Dauta mengakui dunia usaha di Kota Medan sudah sangat kondusif, untuk itu dia berharap agar semua pihak dapatt mempertahankan kondisi tersebut. “Kita berharap kerjasama antara serikat pekerja dan perusahaan yang telah terjalin dengan baik saat ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” sebutnya. Pada saat yang sama, salah seorang pengusaha di Kota Medan Robert Valentino menyatakan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar para pekerja memiliki nilai tawar kepada pengusaha. “Tidak ada pengusaha yang tidak suka dengan SDM yang berkualitas dan jujur. Untuk itu, kita harus menciptakan hal tersebut,” tegasnya. Dikatakannya, perusahaan juga harus memperlakukan pekerja sebagai aset yang perlu dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Sehingga hubungan timbal balik antara perusahaan dan pekerja dalam upaya memajukan perusahaan dapat terus dijaga dan dibina. Dalam kesempatan tersebut, Valentino juga mengingatkan pekerja bahwa aksi unjukrasa merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh jika semua jalan lain telah buntu. “Demo menghancurkan dunia usaha. Jangan sampai suara pihak ketiga menjadi kepentingan kita,” tegasnya. SAYANGKAN Sementara itu, Kertua DPC PPMI Kota Medan Indra Syafii ditemui usai acara menyayangkan keputusan Gubernur Sumatera Utara yang menetapkan UMK sebilai Rp 820 ribu. Menurutnya, jumlah tersebut tidak layak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena saat ini semua kebutuhan hidup telah melonjak. Untuk itu, pihaknya meminta agar UMK tersebut dapat ditinjau ulang dan pihaknya mengusulkan Rp 845 ribu. Dalam Muscab yang juga dihadiri Pengurus PPMI Pusat Syahrial Lubis dan Ketua KNPI Kota Medan Andi Atmoko Panggabean ini, seluruh pengurus PPMI berharap Ketua PPMI yang terpilih dapat melanjutkan dan meneruskan apa yang telah dirintis pengurus sebelumnya. (msm) |
|
| Last Updated ( Wednesday, 24 January 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




