| Sarjana Menganggur karena Proses Pembelajaran di PT Tidak Tepat |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Tuesday, 28 March 2006 | |
|
Banyaknya sarjana yang menganggur memperlihatkan adanya ketidaktepatan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Demikian disampaikan Ketua APTISI Pusat Dr Ir H Suharyadi MS dalam pidato ilmiahnya berjudul Peran Perguruan Tinggi dan Sarjana dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Mengatasi Pengangguran pada wisuda sarjana Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Sabtu (25/3) di Hotel Polonia Medan. Suharyadi juga mengataakan bahwa saat ini tenaga lulusan sarjana di Indonesia masih sangat terbatas yaitu hanya 12 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada dan 2 persen dari jumlah penduduk. Namun demikian jumlah tenaga kerja sarjana yang sedikit itupun banyak yang menganggur. Depnakertrans kata Suharyadi, mencatat ada 500 ribu tenaga sarjana menganggur baik tingkat diploma maupun sarjana, dan pengguran tersebut mencapai 10 persen dari total seluruh pengangguran. “Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, dan fenomena tersebut juga menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam pembelajaran di PT,” katanya. Perguruan Tinggi menurutnya, mempunyai peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan teknologi dan sumberdaya manusia. Seperti diketahui bahwa pembangunan di berbagai sektor membutuhkan tenaga kerja yang berpendidikan, berpengetahuan dan trampil di samping diharapkan mempunyai etika dan moral yang baik. BEASISWA Rektor UMN Alwashliyah Hj Sri Sulistywati SH MSi mengatakan, menyikapi kebutuhan masyarakat dalam memilih perguruan tinggi yang berkualitas, pihaknya telah mempersiapkan sejak beberapa tahun lalu dengan memberikan peluang dosen untuk melanjutkan studi S2 dan S3 baik dalam maupu di luar negeri. Sri juga menambahkan, pada tahun 2005–2006 ini UMN Al Washliyah menerima bantuan untuk beasiswa lebih banyak lagi diberikan bagi mahasiswa yang berprestasi sehingga mereka tetap bisa kuliah dan ini membuktikan kepercayaan dunia luar khususnya berbagai instansi dalam maupu luar negeri sudah mempercayai UMN Al Washliyah sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peluang besar dan dapat bersaing di antara PT yang ada. “Kami bersyukur UMN Al Washliyah sudah banyak menjalin kemitraan dengan berbagai instansi yang ada dan ini sekali lagi membuktikan kami siap bersaing dan memberikan yang terbaik bagi lulusan kami,” kata Sri. Ketua APTISI Wilayah IA Sumatera Utara Ir. Syahrum Razali MS mengatakan, pihaknya menyambut baik perkembangan dan pertumbuhan UMN Al Washliyah ke arah suatu Universitas yang berskala penuh (full scale and full activities university) dengan jumlah mahasiswa yang aktif mencapai 5000 orang tahun 2006 ini. Hadir dalam wisuda 290 sarjana dari 6 fakultas dan 14 program studi ini Koordinator Kopertis Wilayah I Prof Dr Hj Silvana Sinar MA dan Ketua Umum PB Al Washliyah H Aziddin, SE MSc. (sah)www.analisadaily.com |
|
| Last Updated ( Tuesday, 28 March 2006 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




