| Ribuan Pencari Kerja Serbu Bursa Naker |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Wednesday, 20 December 2006 | |
|
Melihat animo pencari kerja yang begitu besar, Walikota Solo Joko Widodo, saat pembukaan pameran meminta, pameran bursa tenaga kerja tidak hanya digelar satu tahun sekali, tetapi bisa dilakukan tiga atau empat kali setahun. Diyakininya, bursa tenaga kerja semacam ini akan sangat membantu baik perusahaan yang memerlukan tenaga kerja berkualitas, maupun pencari kerja yang memerlukan lahan pekerjaan. Di masa mendatang, jelasnya, lowongan pekerjaan di Solo akan terus bertambah, lantaran Kota Solo saat ini tercatat pada urutan ketiga di Jateng yang ramah terhadap investasi. Kemudian untuk tingkat nasional berada pada urutan 12 dari 448 daerah kabupaten dan kota di Indonesia. ”Itu artinya, kemungkinan investor masuk Solo terbuka lebar yang berarti pula ketersediaan lapangan kerja relatif lebih luas,” ujarnya. Hanya saja, investor itu bersedia masuk Solo, jika memperoleh dukungan penuh dari warga Solo. Pemerintah Kota Solo, jelasnya, sudah berupaya keras memberikan kemudahan kepada calon investor, termasuk proses perizinan yang hanya memerlukan waktu maksimal 6 hari. Sayangnya, upaya keras itu belum diimbangi dengan perilaku masyarakat yang menurutnya belum ramah terhadap investasi. Sebagai bukti walikota yang akrab disapa Jokowi ini menyebut, dalam beberapa bulan terakhir ini, muncul aksi protes masyarakat terhadap investor yang akan menanamkan investasinya ke Solo, seperti di Jebres, Nusukan, Sriwedari, dan sebagainya. ”Kalau hal seperti itu dibiarkan terus menerus, tidak mungkin investor bersedia menanamkan modalnya di Solo, hingga akhirnya kesempatan kerja semakin menyempit,” ujarnya. Satu-satunya cara untuk menambah kesempatan kerja, menurutnya, hanyalah mendatangkan investor, sebab kemampuan pemerintah membuka lowongan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) setiap tahun paling banyak hanya 300 lowongan. Kondisi seperti ini, mesti dipahami semua elemen masyarakat, sehingga iklim usaha kondusif yang telah dibangun susah payah ini, tidak diramaikan masyarakat sendiri yang kadang hanya pertimbangan kepentingan sesaat. Demikian halnya posisi kota Solo dalam dunia investasi yang dalam 15 tahun terakhir tidak pernah diperhitungkan, dan baru tahun 2006 ini masuk peringkat 12 nasional, akan kembali terbenam. (Hut)-o Sumber:kedaulatanrakyat online |
| < Prev | Next > |
|---|




