| Tip dan Trik: Penunjang Semangat Tim Kerja |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Thursday, 01 June 2006 | |
|
Tantangan Manusia dikaruniai mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus, tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator. Tetapi tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah tim tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Salah satu kriteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka tim bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka tim juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya. Keakraban Tim yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akrab satu sama lain, setia kawan, dan rasa senasib sepenanggungan. Para anggota tim saling mendukung dan berusaha keras untuk mengembangkan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota tim. Tanggungjawab Setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Tim yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerja yag tinggi. Kesempatan untuk maju Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah tim, setiap anggota merasa bahwa tim tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk maju, maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri. Kepemimpinan Tidak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitmen dari anggota tim. Pemimpin berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi tim untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang pemimpin yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan di atas. Bagaimana dengan tim kerja Anda? Sudahkah memiliki faktor pendukung seperti di atas? Jika belum, sebagai anggota tim apa salahnya jika Anda menggali faktor pendukung tersebut. Caranya, bicarakan dengan pimpinan dan libatkan rekan-rekan Anda. Semoga sukses...! Sumber;astaga.com |
|
| Last Updated ( Friday, 04 August 2006 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




