| Aksi Demo Aman, Wapres Berterima Kasih kepada Semua Pihak |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Tuesday, 02 May 2006 | |
|
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih kepada seluruh pekerja, pimpinan serikat pekerja, aparat keamanan maupun masyarakat karena aksi demo peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei, berlangsung aman dan tertib. "Saya ingin sampaikan rasa gembira bahwa komitmen kita bersama, buruh, pimpinan buruh dan aparat untuk melaksanakan peringatan hari buruh telah berjalan dengan baik," kata Wapres saat memberikan keterangan pers di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (1/5). Sejauh ini, tambah Wapres laporan dari Kantor Menkopolkam, menyebutkan aksi demo buruh di seluruh wilayah Indonesia berjalan dengan baik. "Saya juga berterima kasih kepada pihak kepolisian dan Pemda yang telah berkerja dengan baik dan profesional. Terima kasih juga kepada masyarakat dan TNI yang telah mem-back-up secara profesional," kata Wapres. Ketika ditanyakan bahwa aksi demo buruh akan berlanjut, Wapres mengatakan sebagai konsekwensi dari demokrasi hal itu bisa saja. "Tentu namanya demokrasi, itu (demo-red) mau tiap hari silakan saja, tapi jangan salah buruh itu bekerja tiap hari, kalau demo terus gimana dengan mereka tentu tak punya penghasilan," kata Wapres. Dalam penjelasan tersebut Wapres juga mengatakan baru saja menerima telepon dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. "Beliau (Presiden Yudhoyono) berterima kasih atas disiplin buruh, ketua pimpinan pekerja dan aparat," kata Wapres menirukan ucapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara mengeni tanggapan para pengusaha, menurut Wapres, para pengusaha juga kesulitan dengan adanya aksi demo ini. "Tentu saja setiap demo pasti menyulitkan pengusaha karena usahanya berhenti, tapi karena hanya satu tahun sekali maka mereka akan menggantikan hari ini dengan hari lain," kata Wapres. TAK SETUJU Pada bagian lain Wapres mengatakan pemerintah tidak setuju peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional. "Di Indonesia ini begitu banyak profesi seperti buruh, petani, wartawan dan sebagainya yang jumlahnya bisa ratusan, kalau kita setuju libur (hari buruh) kan banyak liburnya nanti, terus kapan bekerjanya? Karena itu kita tak setuju," kata Wapres di Jakarta, Senin (1/5), menanggapi desakan pekerja untuk menetapkan peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei sebagai hari libur nasional. Menurut Wapres, setidaknya dalam satu tahun di Indonesia telah terdapat 12 hari libur nasional menyangkut keagamaan seperti hari raya dan sebagainya, serta hari libur nasional kenegaraan. Sementara itu, tambahnya di negara-negara sosialis seperti di Rusia atau China memang tidak ada hari-hari libur nasional karena menyangkut keagamaan. "Karena tak ada hari raya agama, maka mereka pakai hari libur buruh itu digunakan sebagai libur nasional. Sekarang ini mereka libur satu minggu," kata Wapres. (Ant) Sumber:analisadaily.com/02 mei '06 |
| < Prev | Next > |
|---|




