Halaman Utama arrow Artikel arrow Latest arrow Presiden: Hormati dan Jangan Cemari Hari Buruh Friday, 16 May 2008
Advertisement
Presiden: Hormati dan Jangan Cemari Hari Buruh PDF Print E-mail
Written by Info Lowongan   
Monday, 01 May 2006
Kuwait City, (Analisa)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau buruh agar menjadikan Hari Buruh Internasional 1 Mei sebagai hari yang baik, hari yang dihormati, bukan sebaliknya menjadi hari yang buruk.
"Sebagai Kepala Negara, saya mendukung kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Itulah komitmen pemerintah, dunia usaha, dan buruh," ujar Presiden kepada pers di Kuwait City, Minggu (30/4). Hari Buruh 1 Mei diperkirakan akan diperingati buruh secara massal di Jakarta dan sejumlah daerah. Menanggapi hal itu, Presiden menilai wajar dalam alam demokrasi.

"Aksi massa dibenarkan dalam alam demokrasi. Namun saya mengimbau, lakukanlah dalam suasana damai, jangan melanggar hukum. Hari baik itu harus kita hormati, jangan dirusak oleh tindakan yang berdampak sosial dan keamanan," ujar Presiden.

Presiden meminta aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi aksi damai tersebut namun harus bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran hukum.

"Cegah pelanggaran hukum dan tindakan-tindakan yang kontraproduktif. Mari sama-sama kita hormati Hari Buruh ini dalam suasana damai, jangan cemari kemuliaannya," tegas Kepala Negara.

Mengenai perjuangan buruh, Presiden mengatakan bahwa pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, pemerintah juga berupaya agar pada satu sisi tidak terjadi pemutusan hubungan kerja, dan di sisi lain perusahaan tidak mengalami kerugian sehingga berakibat pada kebangkrutan. "Dari konteks itulah kita harus melihat persoalan ini," ujar Presiden.

MANFAATKAN

Secara terpisah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta para politikus atau pihak-pihak tertentu yang berkepentingan agar jangan memanfaatkan momentum Hari Buruh untuk kepentingan politik mereka.

"Politisi atau pihak-pihak tertentu jangan mempergunakan ini sebagai momen, yang justru mengurangi produktivitas nasional," kata Wapres, di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, aksi unjuk rasa buruh yang akan dilakukan pada 1 Mei 2006 sebenarnya tidak ada relevansi dengan Hari Buruh karena semua aspirasi para buruh sebenarnya sudah didengar oleh pemerintah terkait dengan revisi UU Ketenagakerjaan, dan pemerintah sudah sepakat melakukan pengkajian lebih lanjut.

Wapres meminta para buruh untuk melihat persoalan yang dihadapi oleh buruh dengan jernih dan jelas. Ia menyarankan agar Hari Buruh dirayakan dengan rasa gembira dan sukacita dan tidak harus dengan turun ke jalan.

"Kenapa waktu dipergunakan justru untuk turun ke jalan, bagaimana pabriknya, upahnya, tolong dipikirkan," kata Wapres. (Ant)
Sumber:analisadaily.com/01 Mei 2006
Last Updated ( Monday, 01 May 2006 )
 
< Prev   Next >
Copyrights © 2006 Lowongan.info
Powered by IndonesiaCommerce | Design by Man-Design