| Bukan Tidak Ada Lapangan Kerja, tapi Kita yang Tak Mampu Memanfaatkannya |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Friday, 21 April 2006 | |
|
Medan, (Analisa) Ketua Yayasan Perguruan Immanuel Medan Ir Immanuel Munthe menegaskan, tidak benar jika ada orang yang menyatakan lapangan kerja di Indonesia sulit sehingga banyak pengangguran. “Siapa bilang lapangan kerja sulit. Masalahnya, kita sendiri yang tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya didampingi Kepala Sekolah Pusdiklat Suzuki Immanuel Drs HP Sipahutar, Komite Sekolah Drs D Ginting dan konsultan Drs R Butar-butar di kantor yayasan perguruan tersebut Jalan Gatot Subroto 352/505 Medan, Rabu (19/4). Menurut Immanuel, kita memiliki potensi yang cukup besar hanya saja selama ini tidak dimanfaatkan terutama karena tidak ada kebijakan yang mendukung dari pemerintah. “Kalau pemerintah punya kebijakan untukmembuka lapangan kerja pasti akan banyak tenaga kerja yang terserap. Sayangnya, selama ini pemerintah hanya menyampaikan konsep-konsep atau teori tanpa memberikan ‘sentuhan’ sehingga semuanya tidak ada artinya. Kita tidak perlu macam-macam, asal ada sedikit ‘sentuhan’ dari pemerintah maka semuanya akan berjalan,” ujarnya. SELEKSI Immanuel mencontohkan soalpendidikan dengan sistem link and macth yang sudah sejak belasan tahun lalu sudah dikumandangkan namun aplikasinya tidak jelas. “Kalau pemerintah serius, tidak sulit menggaet dunia usaha seperti yang telah kami lakukan sekarang,” ujarnya sambil mencontohkan Pusdiklat Suzuki Immanuel yang sudah berjalan dengan baik selama dua tahun dan saat ini mulai memasuki tahun ketiga yang ditandai dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru gelombang I mulai 24 April mendatang dan gelombang II 1 Juni mendatang. Suzuki katanya tiap tahun butuh 1500 mekanik. Sementara setiap pusdiklat tiap tahun hanya mampu menghasilkan 40 mekanik. Sementara di seluruh Indonesia hanya ada lima pusdiklat yang berarti tiap tahunnya hanya mampu menyediakan 500 mekanik. “Kalau pemerintah mau, bukankah bisa diambil kebijakan dengan mengajak Suzuki untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan sehingga lulusannya langsung terserap dunia usaha,” ujarnya sambil menambahkan itu baru satu perusahaan belum perusahaan-perusahaan lainnya. Di samping itu lanjutnya, lembaga pendidikan yang adapun sistemnya harus dibuat jelas sehingga apabila alumninya diakui dunia usaha maka dunia usaha yang datang bukan sebaliknya. “Hal seperti ini yang belum ada karena pemerintah seakan-akan ‘buta’ dengan keadaan yang ada, padahal mereka cukup memberikan ‘sentuhan’ saja,” tandasnya sambil mencontohkan keberadaan sekolahnya yang justru digandeng dunia usaha. MODAL Bahkan Immanuel menantang pemilik modal yang selama ini modalnya itu belum dimanfaatkan atau masih ‘parkir’ untuk diajak kerjsama membuka lapangan pekerjaan. (rrs) Sumber:analisadaily.com/20.04.06 |
| < Prev | Next > |
|---|




