Halaman Utama arrow Artikel arrow Latest arrow Semua Tenaga Kontrak RSU tidak Lulus Seleksi CPNS Friday, 16 May 2008
Advertisement
Semua Tenaga Kontrak RSU tidak Lulus Seleksi CPNS PDF Print E-mail
Written by Info Lowongan   
Wednesday, 19 April 2006
Diduga Ada Kesalahan Data Masa Kerja

CIAMIS,  (PR).- Sekitar 50 tenaga kontrak kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ciamis, Selasa (18/4),  mendatangi gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mengadukan nasib, karena tidak  ada satu pun dari 175 tenaga kerja kontrak di tempat itu yang diterima dalam penerimaan  CPNS.
Mereka mengaku terpaksa mendatangi wakil rakyat, karena berbagai upaya yang dilakukan  untuk minta penjelasan kepada pihak manajemen, selalu tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Merasa sudah tidak ada lagi yang bisa mengakomodasi aspirasinya, mereka langsung  mendatangi gedung wakil rakyat Ciamis. Rombongan pekerja kontrak RSU Ciamis, diterima Ketua Komis IV Ciamis, Hendra yang didampingi Sekretaris Kuncoro, serta sejumlah anggota dewan lainnya. Sementara, dari pihak  karyawan kontrak, didampingi Ketua Umum Forum Silaturahmi Tenaga Kerja Kontrak (FSTKK)  Ciamis, Abdulah.

Mereka menyampaikan isi hati (uneg-uneg) kepada wakil rakyat. Kepada wakil rakyat yang  menerimanya, mereka mengadukan tidak ada satu pun tenaga kerja kontrak di RSU Ciamis  diterima dalam seleksi CPNS, karena ada kesalahan memasukkan data base. Akibat kesalahan  itu, akhirnya mereka tidak termasuk dalam kelompok yang diperhitungkan diterima sebagai  CPNS. Misalnya ada karyawan yang sudah mengabdi sekira 15 - 23 tahun, ternyata masa  kerjanya hanya dihitung 18 bulan.

"Kita yakin ada kesalahan sangat telak menyangkut masa kerja. Masa ada yang sudah  mengabdi 15 - 23 tahun, ternyata dalam validasi data hanya dihitung 1,6 tahun. Ini  bagaimana. Anehnya lagi dari 185 tenaga kesehatan baik perawat maupun administrasi, tidak  ada satu pun yang diterima. Bukannya kami berpikiran jelek, tetapi ada baiknya hal itu  diungkap secara transparan," tutur Cecep Yusup, selaku juru bicara karyawan.

Menanggapi kedatangan tenaga kesehatan itu, Hendra mengaku ikut prihatin. Dia juga bisa  ikut merasakan kesedihan serta kegundahan dari para tenaga tersebut. Untuk itu, dia  berharap pihak yang berwenang bisa menyelesaikan persoalan itu secara baik.

"Saya bisa merasakan apa yang Anda rasakan. Namun demikian, persoalan ini tentunya  juga harus dituntaskan oleh pihak terkait. Untuk itu, kami secepatnya akan memanggil  direktur RSU untuk menjelaskan persoalan ini," ujarnya.

Gaji kecil

Selain menyoroti masalah penerimaan CPNS, mereka juga mengungkapkan tentang kondisi  rumah sakit, termasuk mengungkap kecilnya gaji dan fasilitas yang diterimanya. Hanya saja  beberapa karyawan yang menyampaikan pernyataan itu, terbawa emosinya, sehingga tidak  begitu jelas menceritakan apa yang dialaminya.

Mendapati kondisi itu, Hendra minta pada karyawan yang tengah mengajukan pertanyaan  untuk tenang, tidak terbawa emosi. Setelah kembali tenang, serta dibantu bisikan beberapa  rekan lainnya, penanya baru mengungkap persoalan yang selama ini dirasakannya. Misalnya,  gaji yang di bawah UMK, perbedaan fasilitas yang sangat jauh antara PNS di tempat tersebut  dengan karyawan kontrak. Selain itu, disinggung juga soal dihentikannya uang jasa medis.

"Ketimpangannya sangat mencolok. Banyak tugas yang semestinya dilakukan perawat  tetap atau karyawan, ternyata dibebankan kepada kita. Untuk berobat saja, kita juga harus  membayar. Dua tahun terakhir ini jasa medis dihentikan. Kalau bicara gaji, kita malu mengungkapkannya, hanya berkisar Rp 190.000,00 - Rp 350.000,00 per bulan," ungkap  Cecep. (A-101)***
Sumber:Pikiran-rakyat.com/19.04.06


Last Updated ( Wednesday, 19 April 2006 )
 
< Prev   Next >
Copyrights © 2006 Lowongan.info
Powered by IndonesiaCommerce | Design by Man-Design