| Semua Tenaga Kontrak RSU tidak Lulus Seleksi CPNS |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Wednesday, 19 April 2006 | |
|
CIAMIS, (PR).- Sekitar 50 tenaga kontrak kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ciamis, Selasa (18/4), mendatangi gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk mengadukan nasib, karena tidak ada satu pun dari 175 tenaga kerja kontrak di tempat itu yang diterima dalam penerimaan CPNS. Mereka mengaku terpaksa mendatangi wakil rakyat, karena berbagai upaya yang dilakukan untuk minta penjelasan kepada pihak manajemen, selalu tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Merasa sudah tidak ada lagi yang bisa mengakomodasi aspirasinya, mereka langsung mendatangi gedung wakil rakyat Ciamis. Rombongan pekerja kontrak RSU Ciamis, diterima Ketua Komis IV Ciamis, Hendra yang didampingi Sekretaris Kuncoro, serta sejumlah anggota dewan lainnya. Sementara, dari pihak karyawan kontrak, didampingi Ketua Umum Forum Silaturahmi Tenaga Kerja Kontrak (FSTKK) Ciamis, Abdulah. Mereka menyampaikan isi hati (uneg-uneg) kepada wakil rakyat. Kepada wakil rakyat yang menerimanya, mereka mengadukan tidak ada satu pun tenaga kerja kontrak di RSU Ciamis diterima dalam seleksi CPNS, karena ada kesalahan memasukkan data base. Akibat kesalahan itu, akhirnya mereka tidak termasuk dalam kelompok yang diperhitungkan diterima sebagai CPNS. Misalnya ada karyawan yang sudah mengabdi sekira 15 - 23 tahun, ternyata masa kerjanya hanya dihitung 18 bulan. "Kita yakin ada kesalahan sangat telak menyangkut masa kerja. Masa ada yang sudah mengabdi 15 - 23 tahun, ternyata dalam validasi data hanya dihitung 1,6 tahun. Ini bagaimana. Anehnya lagi dari 185 tenaga kesehatan baik perawat maupun administrasi, tidak ada satu pun yang diterima. Bukannya kami berpikiran jelek, tetapi ada baiknya hal itu diungkap secara transparan," tutur Cecep Yusup, selaku juru bicara karyawan. Menanggapi kedatangan tenaga kesehatan itu, Hendra mengaku ikut prihatin. Dia juga bisa ikut merasakan kesedihan serta kegundahan dari para tenaga tersebut. Untuk itu, dia berharap pihak yang berwenang bisa menyelesaikan persoalan itu secara baik. "Saya bisa merasakan apa yang Anda rasakan. Namun demikian, persoalan ini tentunya juga harus dituntaskan oleh pihak terkait. Untuk itu, kami secepatnya akan memanggil direktur RSU untuk menjelaskan persoalan ini," ujarnya. Gaji kecil Selain menyoroti masalah penerimaan CPNS, mereka juga mengungkapkan tentang kondisi rumah sakit, termasuk mengungkap kecilnya gaji dan fasilitas yang diterimanya. Hanya saja beberapa karyawan yang menyampaikan pernyataan itu, terbawa emosinya, sehingga tidak begitu jelas menceritakan apa yang dialaminya. Mendapati kondisi itu, Hendra minta pada karyawan yang tengah mengajukan pertanyaan untuk tenang, tidak terbawa emosi. Setelah kembali tenang, serta dibantu bisikan beberapa rekan lainnya, penanya baru mengungkap persoalan yang selama ini dirasakannya. Misalnya, gaji yang di bawah UMK, perbedaan fasilitas yang sangat jauh antara PNS di tempat tersebut dengan karyawan kontrak. Selain itu, disinggung juga soal dihentikannya uang jasa medis. "Ketimpangannya sangat mencolok. Banyak tugas yang semestinya dilakukan perawat tetap atau karyawan, ternyata dibebankan kepada kita. Untuk berobat saja, kita juga harus membayar. Dua tahun terakhir ini jasa medis dihentikan. Kalau bicara gaji, kita malu mengungkapkannya, hanya berkisar Rp 190.000,00 - Rp 350.000,00 per bulan," ungkap Cecep. (A-101)*** Sumber:Pikiran-rakyat.com/19.04.06 |
|
| Last Updated ( Wednesday, 19 April 2006 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




