Halaman Utama arrow Artikel arrow Latest arrow Pemerintah Butuh 13 Ribu PNS BKKBN Friday, 04 July 2008
Advertisement
Pemerintah Butuh 13 Ribu PNS BKKBN PDF Print E-mail
Written by Info Lowongan   
Tuesday, 19 February 2008
http://www.kr.co.id

JAKARTA (KR) - Pemerintah masih membutuhkan sebanyak 13 ribu petugas penyuluh keluarga berencana (PLKB) di BKKBN. Saat ini BKKBN baru memiliki 21 ribu orang PLKB dari 34 ribu orang PLKB yang dibutuhkan untuk mensosialisasikan program KB di seluruh desa. Kepala BKKBN Dr Sugiri Syarief mengatakan, semula petugas PLKB ini menyebar di desa-desa minimal satu petugas satu desa.
Namun semenjak otonomi daerah, banyak PLKB yang beralih profesi menjadi perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kabupaten. “Pengalihan tugas tersebut tidak dibarengi dengan pengangkatan PLKB baru, sehingga PLKB yang ada terus berkurang dari tahun ke tahun,” ujarnya di sela Munas Ikatan Petugas KB (IPeKB) ke-1 di Jakarta, Senin (18/2) Menurut Sugiri, kehadiran PLKB di desa-desa ini amat penting dan strategis untuk melanjutkan program KB nasional.

Jika tidak maka ancaman ledakan jumlah penduduk akan menjadi kenyataan. Karena itu dalam waktu dekat ini, BKKBN bekerjasama dengan instansi terkait baik pemerintah pusat maupun daerah akan merekrut PLKB ini. Rekrut ini tidak hanya dari kalangan PNS, tetapi juga para pensiunan PLKB yang masih bisa diberdayakan, kader potensial dan relawan SLM yang komit terhadap program KB. Selain itu BKKBN juga akan meningkatkan kampanye penggunaan kondom sebagai salah satu alat KB. Cara ini diharapkan akan berdampak pada penurunan angka kematian akibat HIV/ AIDS.

Bertolak dari manfaat besar kondom, BKKBN pun pernah mencoba mendirikan beberapa ATM Kondom (vending machine) di tempat-tempat terpilih. Bukan di sembarang tempat. Namun, upaya ini ditentang habis-habisan oleh banyak kalangan. (Ati)-a terutama datang dari kalangan tokoh agama. “Semua tokoh agama memahami dan menyadari betul kondom bisa mencegah penularan HIV/AIDS. Tetapi mereka dihadapkan pada persoalan itu (agama dan moral). Sebagai tokoh ulama, tokoh agama, tentu saja ada perasaan kurang pas kalau kemudian mereka menyetujui bahwa kondom sebagai salah satu syarat (penanggulangan HIV/AIDS),” tambah Sugiri. (Ati)-a
 
Next >
Copyrights © 2006 Lowongan.info
Powered by IndonesiaCommerce | Design by Man-Design