| Kualifikasi dan Administrasi Lulusan Kepelautan di Indonesia Lemah |
|
|
|
| Written by Info Lowongan | |
| Thursday, 13 April 2006 | |
|
Kualifikasi dan administrasi para lulusan kepelautan Indonesia masih sangat lemah. Sehingga peluang besar untuk bekerja di kapal-kapal asing tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.Demikian disampaikan Direktur Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan H Yuris Danilwan SE MSi pada acara wisuda 110 ahli madya kelautan dan 56 kadet perwira niaga pada wisuda di Hotel Garuda Plaza, Sabtu (8/4). Yuris mengatakan, di sisi lain belum terujinya kecakapan yang diukur dari sertifikat bertaraf internasional yang disyaratkan International Maritime Organization (IMO) yang harus dimiliki para pelaut Indonesia menjadi persoalan lain lagi. “Dunia pelayaran saat ini kekurangan officer, namun akibat persaingan yang ketat, pelaut terpaksa menerima jabatan yang tidak sesuai dengan ijazahnya. Misalnya yang punya ijazah MPB I mau menerima jabatan untuk IMB III,” sebutnya. Dikatakan, rendahnya kualitas pelaut Indonesia dibanding negara lain menyebabkan sedikitnya pelaut Indonesia yang dapat bekerja di kapal-kapal asing. Sebab untuk bekerja di kapal seorang pelaut minimal harus memiliki 8 sertifikat khusus, bahkan untuk perwira disyaratkan memiliki 16 sertifikat. “Padahal minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan pelayaran sangat tinggi. Hal itu sejalan dengan potensi pelayaran yang masih sangat terbuka untuk para pelaut terutama di pelayaran asing,” ujarnya. Kebutuhan pelaut di pelayaran asing sangat tinggi. Hanya saja sistem pendidikan bagi pelaut itu diatur oleh badan maritim dunia yaitu IMO, sehingga sistem pendidikannya mengacu pada aturan IMO. SK TIGA MENTERI Untuk meningkatkan mutu pendidikan maritim di Indonesia, katanya, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Tiga Menteri yaitu Menhub, Mendiknas dan Menakertrans Nomor KM41 tahun 2005, Nomor 5/U/KB/2003 dan No Kep 208A/MEN/2003 tentang sistem standar mutu kepelautan Indonesia yang mengacu pada standar mutu internasional dengan Standard Of Training, Certification and Watchkeeping For Seafares 95 (STCW 95). AMI Medan yang katanya juga telah memperoleh approval dari Dirjen Perla dan telah terdaftar pada IMO di London saat ini sedang mengupayakan penerapan quality standard system berdasarkan SK tiga menteri tersebut. “Dari data-data diperoleh, alumni AMI Medan telah banyak bekerja di luar negeri pada perusahaan pelayaran internasional dan bahkan telah menjadi pimpinan perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri,” tambahnya. Pudir I Drs Samsul Bahri mengatakan, peserta wisuda Ahli Madya terdiri dari 110 orang jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga, 2 orang jurusan Teknika dan 1 orang jurusan Nautika. Serta 24 kadet perwira pelayaran niaga jurusan Teknika dan 32 kadet perwira pelayaran niaga jurusan Nautika. Turut memberikan sambutan Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah Suryatmono SH MM dan Ketua BPH AMI Medan HM Sani SH. (sah) |
| < Prev | Next > |
|---|




